Senin, 08 April 2013

HOME INDUSTRY


BEAUTY SHOP

a.     Kepemilikan Home Industry
Alamat                         : Jl. Gerilya -Temanggung No. 2
Tahun pembuatan         : Januari 2013
Produk                        : Cosmetics Box
Struktur Organisasi      
Pemilik                : Asih Rahmawati
Pengelola            : Geovani Rahardian
Supervisor           :
-   Tani Wibisono (Supervisor Produksi)
-   Deny Hidayat (Supervisor Pengolahan)
-   Rony Darmawan (Supervisor Penggudangan)

b.     Pendahuluan
Dalam perkembangannya cosmetics ternyata sudah ada di Indonesia sejak zaman penjajahan Indonesia oleh Belanda. Perkembangan kosmetik sendiri dikenal melalui jalur komunikasi dalam kegiatan perdagangan, agama budaya, politik dan militer. Seiring dengan perkembangannya, kosmetik kini banyak diproduksi tidak hanya oleh pabrik-pabrik besar, tetapi juga telah banyak diproduksi oleh industri rumahan seperti industri rumahan BEAUTY SHOP ini.
Pertama kali saya memulai usaha ini, terlebih dahulu saya melakukan praktek industri di salah satu perusahaan kosmetik di Indonesia selama kurang lebih lima bulan tepatnya di kota Tangerang. Setelah selesai melakukan praktek tersebut saya mempunyai keinginan untuk membuka usaha industri rumahan ( home industry ) kosmetik dengan menggunakan mesin pengolahan kosmetik untuk membuatnya dengan modal yang ada. Modal awal yang saya punya saat saya membuka usaha ini adalah ± Rp. 500.000.000,-. Biaya tersebut hanya mampu untuk membeli bahan-bahan untuk membuat kosmetik saja.
c.       Proses Produksi
Produk kosmetik dibuat di dalam batch, di bawah pengawasan pengaturan Pemerintah, yaitu Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) atau Good Manufacturing Practices (GMP) di A.S.. Peralatan yang digunakan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: mixing, dispersing, homogenizers, filling equipment.
·     Proses dan tujuan
a. Pencampuran (mixing)
Tujuan dari pencampuran antara lain:
1)    Mencampur cairan yang sulit tercampur
2)    Mempercepat pemanasan bahan-bahan
3)    Melarutkan lemak-lemak dan bahan-bahan lainnya
4)    Untuk emulsifikasi atau dispersi
5)    Untuk pendahuluan pendinginan
b.    Pemompaan
Ada dua jenis pompa yang digunakan di dalam produksi kosmetik, yaitu:
-         Positive displacement pump
Bekerja dengan menarik cairan ke dalam suatu rongga, kemudian mendesaknya keluar pada sisi yang lain.
-         Centrifugal pumps
Pada pompa ini, cairan dimasukkan di titik pusat propeler yang berputar cepat.
a.       Pemindahan panas
Dalam banyak proses pembuatan kosmetik, bahan baku sering harus dipanaskan samapai suhu 70-80OC, dicampur, dan kemudian didinginkan sampai sekitar 30-40OC sebelum produk akhir dapat dipompa dan disimpan.
b.      Filtrasi
Umumnya, filtrasi hanya diperlukan dalam memurnikan air dan untuk penjernihan losion, dimana bahan-bahan baku produk-produk ini sering berisi sejumlah kecil kontaminan yang akan mengganggu penampilan produk akhir jika tidak dihilangkan.
c.      Pengisian (filling)
Pengisian untuk kosmetik yang berbentuk cair dapat menggunakan sistem vakum pada botol-botol yang berderet-deret. Pengisian cream dapat memakai filteram type, dimana cream dimasukkan ke dalam tube silindris dengan bantuan suatu plunger.
d.        Pembuatan produk-produk khusus
a.    Kosmetik cair
Pembuatan produk kosmetik cair mencakup pelarutan atau dispersi yang baik, serta penjernihan. Untuk sejumlah produk kosmetik cair, parfum atau bahan yang berminyak mungkin perlu dilarutkan terlebih dahulu. Ini umumnya dilakukan dalam pembuatan shampo. Karena kejernihan suatu losion sangat penting, maka kemasannya juga harus jernih. Untuk itu perlu pencucian dengan udara bertekanan atau air panas yang di ikuti dengan pembilasan dan pengeringan.
b.       Gel
Produk kosmetik dalam bentuk gel berkisar dari losion yang kental, misalnya roll-ball antiperspirant sampai gel thixotropik yang sangat kental dan tidak bisa mengalir, yang dapat digunakan sebagai kosmetik hairdressing dan hair setting.
Losion kental lebih mudah dibuat yaitu dengan menambahkan sedikit demi sedikit gellant padat ke dalam fase cair yang diaduk terus-menerus dengan cepat memakai propeler yang di gerakkkan turbin.
Cara pembuatan gel kental yang tidak bisa mengalir lebih sulit karena pada produk akhirnya udara tidak bisa keluar dari dalamnya seperti halnya pada losion kental. Gel kental harus di buat dalam ruang hmapa udara atau di lakukan melalui proses pembuangan udara yang rumit.
c.       Mikroemulsi
Mikroemulsi terbentuk melalui sistem yang spontan, pembuatannya cukup dengan alat pencampur yang sederhana, jadi tidak memerlukan alat pencampur rumit berkecepatan tinggi. Pada umumnya dalam pembuatan mikroemulsi fase minyak dengan suhu sekitar 800C ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam fase air dalam suhu yang sama, sambil di aduk secara pelan. Untuk sementara produk dipertahankan pada suhu di atas setting point-nya agar udara naik dan keluar. Ini berarti bahwa pipa-pipa dan alat pengisi perlu dipanaskan dengan air panas atau uap bercampur air. 
d.      Emulsi
Proses pembuatan emulsi mencakup tiga hal, diantaranya:
1.      Emulsifikasi awal
Emulsifikasi awal biasanya dijalankan pada suhu yang lebih tinggi untuk menjamin bahwa kedua fase serta hasil emulsi cukup mobil geraknya sewaktu diaduk. Intensitas dan lama pengadukan tergantung efisiensi dispersi emulsifator.
Cara pembuatan emulsi yang baik adalah dengan menuangkan serentak proporsi kedua fase yang sama pada setiap waktu ke dalam mixer yang terus berputar sehingga emulsi terus-menerus terbentuk, tetapi ini hanya dapat di lakukan dalam pabrik besar.
2.      Pendinginan
Mendinginkan emulsi merupakan proses yang sangat penting, terutama dalam produk yang berisi bahan-bahan mirip lilin yang berharga. Selama pendinginan biasanya emulsi terus di aduk untuk mengurangi lamanya proses serta untuk menghasilkan produk yang homogen.
3.      Homogenisasi
Pada suhu yang tinggi, kebanyakan emulsi tidak stabil dan selama pendinginan dalam batch terbentuk butiran-butiran emulsi atau pada produk yang memiliki fase minyak dengan titik leleh tinggi, pada proses pendinginan terjadi pengerasan produk. Karena itu, diperlukan pencampuran tambahan untuk memperoleh produk seperti yang diinginkan.
Pencampuran tambahan ini bervariasi, mulai dari pelewatan produk melalui pompa bergir berputar dengan tekanan rendah dari belakang, misalnya 50 psig atau penghancuran agregat-agregat kristal lilin, atau pelewatan katub homogenizer dengan tekanan tinggi 5000 psig.
e.      Pasta
Pasta, terutama pasta gigi, umunya dapat dibuat dengan menambahkan komponen-komponen padat yang mungkin sudah dicampur sebelumnya ke dalam komponen-komponen cair yang mungkin mencakup bahan-bahan yang larut dalam air. Pencampuran dapat dilakukan dalam mixer terbuka atau mixer vakum. Mixing dalam keadaan panas, di ikuti dengan pendinginan memakai alat Votator atau metode serupa lainnya juga dapat dilakukan.
Metode alternatif penyiapan pasta yang terbuat dari bubuk padat di dalam suatu cairan adalah melalui pencampuran awal yang kasar dan campuran ini di masukkan ke dalam triple roller mill yang diberi berbagai tekanan dan pemutaran sampai pasta yang di inginkan terbentuk.
f.       Sticks
Pada umumnya pembautan lipstick meliputi 3 tahap, yaitu:
1.     Penyiapan campuran komponen, yaitu campuran minyak-minyak, campuran zat-zat warna, dan campuran wax.
2.     Pencampuran semua itu membentuk massa lipstick.
3.     Pencetakan massa lipstick menjadi batangan-batangan lipstick.
Deodorant stick, pembuatanya mirip dengan pembautan emulsi, yaitu suatu fase minyak (fatty acid) diadukkan dalam suatu fase larutan dalam air pada suhu sekitar 700C. gel panas yang terbentuk diisikan ke dalam cetakan pada suhu sekitar 60-650C dan dibiarkan memadat.
g.     Powder
Pencampuran powder biasanya dijalankan di dalam satu wadah semi bundar yang dilengkapi pengaduk spiral yang memiliki dua pita sehingga campuran itu bergerak dalam dua arah yang berbeda. Mixer tipe ini sangat baik untuk bath salts dan bahan-bahan kristal lainnya dan sering digunakan untuk pembuatan face powder.
e.    Pemasaran
Untuk proses pemasaran kosmetik kami dipasarkan dengan cara distributor dan pengiriman pada mini market – mini market atau swalayan. Selain itu pemasaran lain yang dilakukan adalah dengan cara pemesanan via telpon, dan via email.
           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar